http://picasion.com/

Sibengis Jadi Ustadz

Di sebuah desa ada seorang pemuda bernama KHOBIR. Ia di besarkan di tengah-tengah keluarga yang tidak harmonis, orang tuanya selalu bertengkar dan itu membuatnya bengal dan susah untuk di atur, Semasaa kecil ia selalu bertengkar dengan teman-temannya yang selalu mengok-oloknya, Karna minimnya kasih sayang dari orang tua dia selalu berbuat tidak seronok terhadap orang lain dari kecil   hingga ia dewasa.
   Hingga di suatu hari ia membuat keributan di sebuah rumah makan sederhana di sekitar rumahnya, berawal di situlah ia mulai di panggil dengan sebutan “Si bengis” karna merasa tidak terima dengan sebutan itu, bertambahlah bengisnya ia semakin tidak mampu lagi untuk di kendalikan  kemudian ia pun mengambil sebuah balok kayu yang terletak di dekatnya kemudian balok kayu itu di hantamkan pada seorang yang memanggilnya dengan sebutan “si bengis”.
   Khobir    “si bengis” selain nakal juga di kenal sebagai pemuda yang tidak pernah ibadah dan selalu membuat keributan di mana-mana.Hingga pada suatu hari ada segerombol orang yang yang mendatangi rumahnya sambil mengucapkan “usiiirrr!!!!.... usiiirrr!!!!....si bengiiis!!!!” usiiirrr!!!!.... , Khobir pun merasa ketakutan dan mencoba untuk melawan warga yang hendak untuk mengusirnya dari kampung, Merasa tidak kuat untuk menghadapi warga khobir pun memutuskan untuk pergi dari kampung, dan kejadian ini tidak di ketahui oleh orang tuanya karna mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
        Dengan rasa gelisah Khobirpun memutuskan untuk pergi ke salah satu toko milik pamannya yang ada di desa tetangga, akan tetapi di tengah perjalanannya ia melihat ada seorang kakek tua yang terjatuh karena barang yang dibawanya terlalu berat, entah kenapa khobir pun merasa ada yang menyuruhnya untuk menolong kakek tua itu, Kemudian iapun bergegas untuk menolong kakek tua itu.
 “Siapa nama mu anak muda...???” tanya si kakek tua itu...
“Namaku khobir kek..” jawab khobir dengan nada yang rendah, karna melihat  khobir seperti  banyak masalah kakek itu pun bertanya kembali “kenapa wajahmu sangat gelisah sekali nak..???” khobirpun menjawab “aku di usir dari desaku, karna aku suka membuat kerusakan di sana, dan aku tidak tau lagi harus kemana lagi aku pergi”, kakek itu pun kemudian berkata, “pergilah kau kearah barat, disana ada pondok pesantren bernama AL-AMIN, dan belajarlah agama disana, kelak kau akan menjadi orang yang berguna untuk desa mu”.
 Kemudian dengan rasa senang khobirpun bergegas untuk pergi ke tempat yang kakek tua itu tunjukan.
   Sesampainya ia di sana, ia langsung mencari ketua yayasan pondok untuk mendaftar sebagai santri baru, setelah ia bertemu dengan ketua yayasan dan berdiskusi, ketua yayasan pun langsung memutuskan khobir di terima sebagai santri baru di pondok pesantren AL-AMIN. Khobir berjanji akan selalu bersungguh-sungguh dalam belajar ilmu agama yang ia tekuni saat ini, dan ia berjanji kelak ia akan menjadi seorang ustadz dan akan membawa perubahan di desanya.
  setelah bertahun-tahun khobir belajar ilmu agama di pondok AL-AMIN, khobirpun sudah menjadi kepercayaan ketua yayasan untuk mengisi tausiah di berbagai desa, hingga akhirnya ia di tugaskan untuk mengisi sebuah acara pengajian  di sebuah desa, Sesampainya khobir di sana ternyata desa yang di maksud adalah desa tempat tinggalnya dulu, bukan rasa takut atau cemas yang di hadapi khobir melainkan rasa senang dan bahagia yang di rasakan khobir ketika ia di tugaskan untuk mengisi tausiah di desanya sendiri, menurutnya ini merupakan kesempatan untuk meminta maaf kepada penduduk yang pernah ia sakiti dulu, Dan ketika khobir selesai mengisi tausiah dan meminta maaf kepada semuanya mereka pun akhirnya hidup rukun walaupun khobir tak sempat dan tidak akan pernah bertemu dengan orang tuanya karena mereka sudah meninggal dunia, khobir tetap merasa bahagia karna keluarga yang sesunggunhnya adalah teman-teman dan tetangganya yang kini sudah menga
SHARE

About muwahid

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Translate