http://picasion.com/

CARA MERAIH PERTOLONGAN ALLAH DALAM SETIAP MASALAH

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ (214) }
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.( QS.2;2140)


Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat karena tidaklah Allah berikan masalah kepada kita kecuali Allah juga berikan solusinya dalam sebuah hadist dari Abu Ruzain disebutkan.


"عَجب رَبُّكَ مِنْ قُنُوط عِبَادِهِ، وقُرْب غَيْثِهِ فَيَنْظُرُ إِلَيْهِمْ قَنطين، فَيَظَلُّ يَضْحَكُ، يَعْلَمُ أَنَّ فَرَجَهُمْ قَرِيبٌ" الْحَدِيثَ

Tuhanmu merasa heran dengan keputusasaan hamba-hamba-Nya, padahal saat pertolongan-Nya sudah dekat. Maka Tuhan memandang mereka yang dalam keadaan putus asa itu seraya tertawa karena Dia mengetahui bahwa jalan keluar mereka sudah dekat.
Orang-orang terdahulu yaitu Rasulullah dan para sahabat r.a merekapun diuji oleh Allah rasulullah dikatakan majenun ( GILA) di boikot secara ekonomi sehingga rasullah dan para sahabat kelaparan dll.Namun demikian jangan kita berputus asa ketika diuji dengan kesulitan-kesulitan karena Allah juga telah siapkan solusinya dalam Al-Qur'an dan Assunah diantaranya ialah:


1.      Beriman Dengan Iman Yang Sebenar-Benarnya


 Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman." (QS. Ar-Ruum: 47)


Tentunya iman yang dimaksud adalah iman yang benar bukan seperti imanya orang munafik yang mulutnya  mengatakan “Kami beriman   hakikatnya hati dan tingkahlakunya mendustakan.


وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ

  di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian ," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.(QS 2:8) Atau seperti imanya Iblis karena iblispun beriman , ia yakin bahwa Allah ada bahkan ia pernah berdialog dengan Allah dan Iblis tau bahwa Allah Maha kuasa Namun iblis tidak merealisasikan perintah Allah yaitu sujud kepada adam , namun yang dimaksud ialah iman yang benar-benar beriman yaitu iman yang selaras anatara hati lisan dan amalnya. Jika kita beriman maka yakinlah bahwa pertolongan Allah akan datang.          

   2.       Bertaqwa kepada Allah


 وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)
 
hakikat takwa adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Thalq bin Hubaib, “Takwa adalah engkau melakukan ketaatan kepada Allah berdasarkan nur (petunjuk) dari Allah karena mengharapkan pahala dari-Nya. Dan engkau meninggalkan maksiat kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah karena takut akan siksa-Nya                   Sehebat apapun kita dan secerdas apapun kita jika Allah tidak menghendaki masalah yang kita hadapi selesai maka tidak akan selesai maka dari itu dengan bertaqwa kepada Allah mudah-mudahan Allah menyelesaikan masalah  yang kita hadapi karena Allah tak akan mengingkari janjinya


 3.       Sholat dan Sabar
 Allah Berfirman:


{وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ


     Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.(QS.2:45-46)

            Sabar bukan berarti diam namun sabar  adalah terus menerus dan tidak putus asa sabar dalam mengahdapi masalah berarti Ridho dengan masalah itu serta berharap atas limpahan pahala dari Allah & terus – menerus menyelesaikan masalah tersebut serta tidak berputus asa.


    Dalam hadist riwayat imam ahmad dikatakan bahwa.’ Sesungguhnya jika rasulullah saw mengahdapi suatu persoalan, beliau segera mengerjakan sholat. .


            Hudzaifah bin  yaman mengatakan bahwa pada malam berlangsungnya perang azhab, saya menemui rasulullah saw, sedangkan beliau sedang sholat seraya menutup tubuhnya dengan jubah. Bila beliau menghadapi persoalan, maka beliau akan mengerjakan shalat.


            Ummu Kultsum r.ha ketika suaminya yang bernama Abdurrahman r.a. telah ditimpa sakit parah. Sedemikian parah sakitnya sehingga semua orang menyangka ia telah wafat. Melihat hal itu, Ummu Kultsum r.ha. segera mendirikan sholat. Selesai shalat, Abdurrahman siuman. Ia bertanya kepada orang-orang di sekelilingnya,” Apakah aku tadi seperti orang mati?” Orang-orang menjawab,” Ya.”. Abdurrahman berkata,” Dua malaikat telah mendatangiku dan berkata,’ Pergilah menghadap Ahkamul Haakimiin. Dialah yang akan memutuskan perkaramu.’ Kedua malaikat itupun membawaku pergi. Lalu kami berjumpa dengan malaikat ketiga yang menghampiri kami dan berkata kepada dua orang malaikat yang membawaku tadi,” Kamu berdua pergilah! Dia ( Abdurrahman r.a. ) termasuk golongan orang-orang yang berbahagia dan beruntung yang tertulis sejak ia berada dalam kandungan ibunya. Dan sekarang anak-anaknya masih mendapatkan manfaat darinya.’” Setelah peristiwa itu, Abdurrahman r.a. masih hidup selama kurang lebih 1 bulan, lalu ia meninggal dunia. ( Dari Kitab Durrul Mantsur ) 

4. Memudahkan urusan saudaranya.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).


Sekilas kita berfikir “ kita saja mendapatkan kesusahan namun kita diperintahkan untuk memudahkan kesusahan saudara kita “ sepertinya tidak masuk akal, memang tidak masuk akal jika kita mengedepankan logika namun demikianlah ajaran agama ini kita harus yakin sekalipun menurut logika kita itu tidak mungkin.


5.Memperbanyak berdoa


Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". [Ghafir : 60]Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa". [Sunan At-Timidzi, bab Do'a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do'a 2/341 No. 3874. Musnad Ahmad 2/362]
 Orang yang lemah adalah orang yang meninggalkan berdoa dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil terhadap salam". [Al-Haitsami, kitab Majma' Az-Zawaid. Thabrani, Al-Ausath. Al-Mundziri, kitab At-Targhib berkata : Sanadnya Jayyid (bagus) dan dishahihkan Al-Albani,As-Silsilah Ash-Shahihah 2/152-153 No. 601]
                “ itulah rumus-rumus dalam Al-qur’an ataupun Sunnah untuk mengatasi segala permasalahan kita ada rumus manusia ada rumus ilahiyah kita tinggal pilih rumus mana yang kita gunakan kalau saya sih sebagai Ciptaan Allah tentu akan memilih rumus ilahiyah.                Namun yang perlu menjadi catatan adalah kita melaksanakan semua itu bukan semata-mata untuk urusan dunia saja salah jika kita melakukanya untuk kepentingan dunia namun kita melaksanakan itu adalah untuk mendapatkan semua karunia Allah / pertolongan Allah  baik di akherat ataupun didunia seperti yang telah Allah janjikan,  Seraya berharap ridho Nya.

SHARE

About muwahid

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Translate